Biaya tersembunyi Sertifikasi ISO

Sertifikasi ISO kerap dipandang sebagai investasi penting untuk meningkatkan kredibilitas dan daya saing perusahaan konstruksi. Namun, di balik biaya resmi yang tertera, terdapat biaya tersembunyi sertifikasi ISO yang sering kali luput dari perhatian kontraktor. Pemahaman terhadap aspek ini menjadi krusial agar perusahaan dapat merencanakan anggaran secara lebih realistis, menghindari kendala finansial, serta memastikan proses sertifikasi berjalan efektif.

Apa Saja Biaya Tersembunyi Sertifikasi ISO?

Daya saing yang tinggi membuat perusahaan-perusahaan dalam industri konstruksi berlomba-lomba dalam menunjukkan kualitas dan standarnya yang tinggi, salah satunya yaitu dengan memiliki sertifikasi ISO. Sertifikasi ISO tidak hanya berfungsi sebagai sistem manajemen bersifat formal, tetapi juga mendorong perusahaan dalam menciptakan produk dan layanan yang tinggi, serta tetap terjaga kualitasnya. Namun, untuk melakukan sertifikasi ISO dibutuhkan waku, usaha, dan sumber daya yang banyak. Salah satu sumber daya materil yang dibutuhkan ketika sertifikasi ISO yakni biaya sertifikasi.

Untuk mendapatkan sertifikasi ISO memerlukan beberapa tahapan mulai dari komitmen dan perencanaan, analisis kesenjangan, pengembangan sistem manajemen, implementasi sistem, audit internal, audit eksternal, hingga penerbitan sertifikasi ISO. Di balik proses-proses tersebut, terdapat biaya-biaya yang tersembunyi. 

Baca juga: 3 Sertifikat ISO yang Wajib Dimiliki Kontraktor

Berikut beberapa biaya-biaya tersembunyi dalam sertifikasi ISO:

1. Biaya Persiapan Internal

Biaya ini meliputi waktu dan tenaga tim internal yang dialokasikan untuk menyusun dokumen, membuat prosedur baru, serta melakukan pelatihan karyawan sebelum audit sertifikasi.

2. Konsultasi dan Pendampingan

Jika perusahaan belum familiar dengan standar ISO, biasanya perlu menggunakan jasa konsultan. Biaya ini seringkali cukup besar meskipun tidak termasuk dalam biaya resmi sertifikasi.

3. Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi

Karyawan perlu dilatih agar memahami implementasi standar ISO. Investasi untuk pelatihan, workshop, atau sertifikasi tambahan bagi staf sering menjadi pengeluaran tambahan.

4. Perubahan Proses dan Sistem

Perusahaan mungkin perlu melakukan penyesuaian pada alur kerja, penggunaan perangkat lunak, atau bahkan investasi peralatan baru agar sesuai dengan persyaratan ISO.

5. Audit Internal dan Tindak Lanjut

Selain audit eksternal, perusahaan wajib melakukan audit internal berkala. Biaya ini meliputi alokasi waktu, tenaga auditor internal, hingga perbaikan (corrective action) setelah audit.

6. Pemeliharaan dan Re-sertifikasi

Sertifikat ISO tidak berlaku seumur hidup, melainkan memerlukan audit surveillance tahunan dan re-sertifikasi setelah 3 tahun, yang berarti ada biaya berulang.

Sertifikasi ISO memerlukan proses dan sumber daya yang banyak, salah satunya yaitu biaya. Untuk meraih sertifikasi ISO tidak hanya pada saat sertifikasi saja, tetapi biaya tersebut juga dikeluarkan pada pra dan pasca sertifikasi. Untuk itu, jika Anda memiliki pertanyaan terkait biaya tersembunyi sertifikasi ISO, kunjungi website berikut ini pengurusanlegal.com. Tim kami tidak hanya memberikan saran dan rekomendasi terbaik, tetapi juga memberikan pelatihan dan pendampingan dalam meraih sertifikasi ISO dengan harga yang terjangkau. Segera konsultasikan dengan kami!

Kami siap melayani kebutuhan Anda Dapatkan promonya sekarang