Penguatan Budaya K3 dalam Organisasi

Selain berfokus pada kualitas dan pelayanan, manajer organisasi wajib mempertimbangkan faktor lain, yaitu keselamatan. Keselamatan menjadi fondasi dasar untuk seluruh karyawan. Oleh karena itu, organisasi harus memberikan penguatan budaya K3 dalam organisasi.

Strategi Penguatan Budaya K3 dalam Organisasi

Berdasarkan Kemkes, K3 atau Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu upaya kerja sama, saling pengertian dan partisipasi dari pengusaha dan karyawan dalam perusahaan untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama di bidang keselamatan, kesehatan, dan keamanan kerja dalam rangka meningkatkan produktivitas. Penerapan K3 diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat yang mencakup pribadi karyawan, pelanggan, dan pengunjung dari suatu lokasi kerja, sehingga dapat meminimalisir atau terbebas kecelakan kerja serta penyakit akibat kerja.

Baca juga: Strategi Efektif Mendapatkan Sertifikasi K3 Umum dan K3 Konstruksi

Untuk menerapkan K3 tidak hanya terpaku pada administrasi saja, tetapi juga membentuk sebuah kebiasaan atau budaya, sehingga menciptakan budaya K3.  Budaya K3 merupakan suatu nilai, norma, dan sikap yang penerapannya dapat bekerja secara praktis dalam proses produksi. Budaya K3 yang sesuai implementasinya dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi semua pekerja.

1. Komitmen terhadap Keselamatan Kerja

Komitmen dapat terwujud oleh puncak manajemen jika dibentuk dengan kebijakan tertulis secara jelas, mudah dimengerti, dan diketahui oleh seluruh staff. Hal ini dapat tercipta dengan penerapan peraturan dan prosedur yang didukung oleh fasilitas keselamatan kerja yang memadai, serta sumber daya yang mumpuni.

2. Peraturan dan Prosedur Keselamatan Kerja

Dalam membuat peraturan dan prosedur keselamatan kerja, manajer keselamatan kerja harus memberikan pemahaman terkait peraturan dan prosedur, yaitu 1). Peraturan merupakan suatu hal yang mengikat dan disepakati. 2). Prosedur merupakan rangkaian dari suatu tata kerja yang berurutan, tahap demi tahap, dan jelas menunjukkan jalan atau arus kerja.

3. Memanfaatkan Data dan Analisis 

Dengan data-data yang tersedia, perusahaan dapat mengidentifikasi pola kejadian, menganalisis akar penyebab insiden, mengukur efektivitas program K3 yang sudah diterapkan, dan menyusun strategi pencegahan yang lebih akurat.

4. Punish and Reward

Sistem sanksi dan penghargaan dapat menciptakan motivasi bagi pekerja untuk mempertahankan perilaku positif, sekaligus mengurangi tindakan yang membahayakan keselamatan kerja. Contoh penghargaan berupa safety employee of the month, bonus kinerja bagi tim dengan zero accident, dan pemberian sertifikat atau apresiasi di forum resmi perusahaan. Sedangkan contoh sanksi dapat berupa peringatan tertulis, penangguhan sementara dari tugas, dan, pemutusan hubungan kerja dalam kasus pelanggaran berat yang membahayakan keselamatan.

Budaya K3 dapat dibentuk dengan cara membuat strategi-strategi khusus seperti komitmen terhadap keselamatan kerja, peraturan dan prosedur keselamatan kerja, memanfaatkan data dan analis, serta punish and reward. Jika Anda ingin mendapatkan informasi serupa, Anda dapat mengunjungi website berikut ini pengurusanlegal.com. Kami berpengalaman di bidang sertifikasi sistem manajemen, legalitas perusahaan, hingga ketenagalistrikan. Segera konsultasikan dengan kami!

Kami siap melayani kebutuhan Anda Dapatkan promonya sekarang